<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<title>Mangahelpers Translations</title>
	<id>https://mangahelpers.com/translators/rss</id>
	<updated>2011-03-27T16:42:29+00:00</updated>
    <icon>/favicon.ico</icon>
	<author>
        <name>MangaHelpers Admins</name>
        <email>admin@mangahelpers.com</email>
    </author>
	<link href="https://mangahelpers.com/translators/rss" rel="self" />
		<entry>
		<id>https://mangahelpers.com/t/thehangedman/releases/28616</id>
        <title>[Bahasa] [Translation] Present (Oneshot) Oneshot : Present by TheHangedMan</title>
        <updated>2011-03-27T16:42:29+00:00</updated>
        <author>
            <name>TheHangedMan</name>
            <email>admin@mangahelpers.com</email>
        </author>
        <link rel="alternate" href="https://mangahelpers.com/t/thehangedman/releases/28616" />
        <summary type="html">Present One Shot<br /><br />Manga: Boichi<br />English Scan: Kotonoha<br />JPN-ENG TL: Zindryr<br /><br />Halaman 1<br />Teks: Spesial Natal 40 halaman oleh Boichi<br /><br />Gadis: Makao-sensei<br />Gadis: Aku menyukaimu<br />Gadis: Terimalah-<br />Gadis: -Hadiah ini dan hatiku<br />Teks: Karya terbaru dari pengarang &quot;Hotel&quot;, yang menerima banyak pujian dari pembaca, akhirnya tiba!<br /><br />Makao: Hanako... Aku...<br />Makao: Aku gurumu!<br /><br />Hanako: ....<br />Makao: ....<br /><br />Halaman 2<br />Teks: Matanya...<br />Teks: Mata Hanako selalu terlihat seperti menembus diriku<br /><br />Hanako: Aku bahkan takkan keberatan memberikan diriku untuk sensei... ♥<br />Makao: A-APA?! Apa yang kau katakan?!<br /><br />Hanako: Sensei bukan tipe guru yang memiliki niat terselubung untuk murid-muridnya...<br />Hanako: Aku tahu kok<br /><br />Makao: Yah, selama kau tahu...<br />Hanako: Akan kutunggu<br /><br />Makao: Hah?<br />Hanako: Kubilang akan kutunggu<br /><br />Hanako: Begitu aku lulus, aku bukan murid sensei lagi...<br />Hanako: Jadi apapun yang terjadi sensei dapat mencintaiku tanpa perlu menyembunyikannya<br /><br />Halaman 3<br />Makao: M-muridku-<br />Makao: -Muridku akan selalu tetap muridku!<br />Hanako: Buka hadiahnya<br /><br />Makao: Baiklah...<br /><br />Makao: .....<br />Makao: Apa ini?<br /><br />Hanako: Cocok!<br />Makao: M-Mananya?!<br />SFX: Ahahaaah~~<br /><br />Hanako: Ini natal,<br />Hanako: Makao-sensei<br /><br />Makao: AKU BUKAN MAKAO-<br />Makao: AKU TAKAO!<br /><br />Halaman 4<br />PRESENT - Hadiah-<br /><br />Teks: Aku akan melakukan apapun demi Hanako, tak peduli seberapa sulit ataupun sakitnya itu<br /><br />Dipersembahkan oleh:<br />Boichi<br /><br />Halaman 7<br />Hanako: .....<br />Hanako: Ah...<br /><br />Takao: K-Kamu sudah sadar? Hanako...<br />Takao: Hanako. Ini aku. Apa kamu mengenaliku?<br />Hanako: Sayang...?<br />Takao: Ya, ini aku! Aku suamimu!<br /><br />Hanako: Kepalaku sakit...<br />Hanako: Aku mulai merasa tak enak... Di mana aku?<br /><br />Takao: Hanako, dengarkan aku dan tolong jangan terkejut...<br />Takao: Kamu...<br />Takao: Kamu telah tertidur di rumah sakit ini selama dua bulan!<br /><br />Halaman 8<br />Hanako: A...<br />Hanako: Apakah penyakitku begitu serius?<br /><br />Takao: Tidak, hanya membutuhkan waktu untuk sembuh, dan sekarang kamu sudah bangun<br />Takao: Kamu akan segera keluar dari rumah sakit, jangan khawatir<br /><br />Hanako: Ah...<br />Hanako: Kepalaku sakit...<br /><br />Hanako: Aku capek...<br />Takao: Baiklah, istirahatlah<br /><br />Hanako: Aku... Aku telah tertidur selama dua bulan....<br />Hanako: Pasti sulit untukmu...<br />Hanako: Sama seperti ketika kita menikah...<br /><br />Hanako: Te... Terima ka....<br /><br />Halaman 9<br />Takao: Aku tak keberatan<br /><br />Takao: Ayah<br />Ayah: Hm<br /><br />Takao: Ayah takkan menemuinya?<br />Ayah: Tidak<br /><br />Halaman 10<br />Ayah: Aku tak dapat menemuinya. Kau mengerti kan?<br />Ayah: Apakah Hanako akan benar-benar senang melihatku? Melihat pendosa tua ini...<br /><br />Dokter: Sepertinya dia tertidur dengan baik<br />Ayah: Dokter Yamaguchi<br /><br />Yamaguchi: Dia masih sakit kepala, tapi nanti akan hilang<br />Yamaguchi: Dia takkan membawa rasa sakit bersamanya<br />Yamaguchi: Penghidupan kembalinya berhasil<br />Takao: BERHASIL?!<br /><br />Ayah: Jiro!<br />Takao: Itu dibilang berhasil?!<br />Takao: Jangan berani gunakan kata &quot;berhasil&quot;!!<br /><br />Takao: Dia tertidur...<br />Takao: Dia tertidur begitu lama...<br />Takao: Dan sekarang, setelah dia akhirnya bangun...<br /><br />Halaman 11<br />Takao: WAKTUNYA HIDUP HANYA TIGA HARI?!<br /><br />Ayah: Dasar bodoh! Kau tak tahu dokter-dokter sudah berusaha sekeras apa!<br />Yamaguchi: Ti-tidak... Itu hanya... lidah yang terpeleset<br /><br />Halaman 12<br />Yamaguchi: Tapi saya mohon, ketahuilah ini-<br />Yamaguchi: -Jika kami tidak melakukan operasi dan pengobatan kriogenik -<br />Yamaguchi: -Sya rasa Hanako-san takkan dapat hidup kembali<br />Catatan Penerjemah: Kriogenik: Yang berhubungan dengan temperatur rendah (dibawah 150 derajat celcius)<br /><br />Teks: Penyakit yang memakan jantungnya sangatlah fatal dan tak banyak diketahui<br />Teks: Kami langsung melakukan operasi darurat untuk memperpanjang tanda-tanda vitalnya-<br />C/P: Empat tanda vital yang menjadi standar medis: Suhu tubuh, detak jantung, tekanan darah, jumlah nafas<br /><br />Teks: -Dan berkat operasi kriogenik yang dibantu robot terbaru, nyawa Hanako-san dapat diperpanjang<br />Teks: Namun, hampir seketika setelah operasi, ia terkena gejala yang mirip dengan &quot;Encephalitis Lethargica&quot;<br />C/P: Encephalitis Lethargica adalah peradangan otak akut yang menyebabkan korbannya seperti patung (tak dapat bergerak maupun bicara)<br /><br />Yamaguchi: Jika ia terus koma lebih lama lagi, kondisinya akan sama dengan sakaratul maut<br />C/P: Sakaratul maut adalah rasa sakit yang luar biasa dan berujung dengan kematian. Biasanya ditandai dengan kejang-kejang dan kesulitan bernafas<br />Yamaguchi: Namun kami tak tahu apa penyebab maupun penyembuh penyakit ini<br />C/P: Sampai saat ini Encephalitis Lethargica masih tak diketahui penyebabnya<br />Yamaguchi: Demi alasan tersbut, kami harus membuat pasien kami dalam kondisi super kriogenik untuk menghentikan tubuhnya dalam menyembuhkan dirinya sendiri. Kami lalu melakukan pengobatan padanya<br />Yamaguchi: Kami membutuhkan waktu tersebut<br /><br />Halaman 13<br />Yamaguchi: Harap percayai saya kalau saya mengatakan rumah sakit ini dan saya telah melakukan segala yang kami bisa untuk Hanako-san<br />Yamaguchi: Sekarang kami melakukan apa yang kami bisa untuk membuatnya bahagia<br /><br />Ayah: Kami berterima kasih pada anda, Dokter Yamaguchi<br />Yamaguchi: Hanako sekarang sedang terkena efek samping dari Encephalitis dan pengobatan kriogenik<br /><br />Yamaguchi: Sebagian besar dari sel otaknya rusak, dan ingatannya sepertinya kabur<br />C/P: Kabur di sini bukan berarti lari, tapi yang susah dilihat<br /><br />Yamaguchi: Harap terima saja jikalau perkataan dan tindakannya menjadi menyentrik<br />Yamaguchi: Juga...<br /><br />Yamaguchi: Matanya...<br />Yamaguchi: Saya kira ia tak bisa melihat dengan jelas<br /><br />Yamaguchi: Semuanya bergantung pada anda-<br />Yamaguchi: Takao-san<br /><br />Halaman 14<br />Hanako: Anak...<br />Hanako: Apa kita punya anak?<br /><br />Takao: Tidak, tidak ada<br />Hanako: Begitu...<br /><br />Hanako: Tapi kita beli rumah kan?<br />Takao: Tidak kok<br /><br />Hanako: Tak ada rumah bagus...<br />Takao: Hanako, dengarkan<br /><br />Takao: Bisa dengar?<br />Takao: Lagu yang indah...<br /><br />Halaman 15<br />Takao: Burung-burung bernyanyi...<br /><br />Hanako: Kamu harus menahannya selama aku tak ada kan, sayang?<br />Hanako: Ayo lakukan yang banyak ketika kita sampai rumah<br /><br />Takao: A-Apa yang kamu maksud?<br /><br />Halaman 16<br />Teks: Matanya...<br /><br />Halaman 17<br />Ayah: Sakit kah...?<br /><br />Ayah: Tahanlah<br /><br />Halaman 18<br />Hanako: Oh... Sayang<br /><br />Takao: Hah? Kamu bangun? Jangan paksakan dirimu...<br />Hanako: Jangan khawatir! Jangan khawatir!<br /><br />SFX: Krek-...<br />Hanako: Hmm<br /><br />SFX: Kret<br />SFX: Kret<br /><br />Takao: Ada apa?<br /><br />Hanako: Pasti... sulit bagimu tanpa aku selama dua bulan penuh. Jadi...<br />Hanako: Aku ingin memberimu hadiah<br /><br />Halaman 19<br />Takao: !<br /><br />Hanako: Ahhh...<br />Hanako: Aku mencintaimu...<br /><br />Hanako: Anu...<br />Hanako: Apa mau kita lakukan sekarang?<br />Hanako: Seks...<br /><br />Hanako: Kamu harus menahannya selama dua bulan<br />Takao: Tu-tunggu...<br /><br />Halaman 20<br />Takao: Tidak bisa! Ini rumah sakit. Terlebih lagi, kamu masih belum sembuh sepenuhnya!<br />Takao: Hentikan...<br />Hanako: Jangan khawatir, tak apa-apa kok<br /><br />Takao: Pakai bajumu<br />Takao: Cepat!<br />Takao: !!<br /><br />Hanako: Ah...<br /><br />Hanako: Aku... Aku sekarang jelek...<br />Hanako: Itu... Itu alasan kamu tak mau melakukannya, bukan?<br /><br />Takao: Kenapa kamu mengatakan hal yang begitu bodoh?!<br />Takao: SAMA SEKALI BUKAN BEGITU!!<br /><br />Halaman 21<br />Hanako: Tapi... Kalau aku tak melakukan sesuatu untukmu sekarang...<br />Hanako: Kalau aku tak memberikanmu hadiah...<br />Hanako: A-Aku merasa aku akan menyesal... Itu pikirku...<br /><br />Halaman 22<br />SFX: Krek-...<br /><br />Ayah: Apa?<br /><br />Takao: Ayah...<br /><br />Halaman 23<br />Takao: Ayah, aku tak bisa melakukan ini lagi<br />Takao: Ini terlalu menyakitkan...<br />Takao: Telalu...<br /><br />Ayah: Menyakitkan, katamu?<br /><br />Ayah: DASAR BODOH!!<br /><br />Halaman 24<br />Ayah: Kau kira kau tahu rasa sakit yang sebenarnya itu seperti apa?<br />Ayah: Aku mengamati dan merawat ibumu selama 40 tahun!!<br />Ayah: Aku meninggalkan segala yang kumiliki, kehilangan semua hartaku, selama 40 tahun!<br /><br />Ayah: Dan kau tak dapat bertahan selama tiga hari demi Hanako?<br />Ayah: Tiga hari yang begitu singkat?!<br /><br />Ayah: Aku benar-benar...<br />Ayah: BENAR-BENAR menginginkan wanita itu mati!<br /><br />Ayah: Aku tak mau kau merasakan rasa sakit yang kurasakan!<br />Ayah: Kupikir akan kuakhiri semuanya dan membiarkan dia mati!<br /><br />Halaman 25<br />Ayah: Aku memang hina!<br />Ayah: Tapi kau, tahanlah hanya untuk satu hari lagi!<br /><br />Ayah: Mengerti?<br />Ayah: Tahanlah...<br /><br />Halaman 26<br />Hanako: Sayang...<br />Hanako: Aku tak dapat melihat wajahmu...<br /><br />Takao: Jangan khawatir...<br />Takao: Akan membaik setelah istirahat semalam...<br /><br />Takao: Cuaca di luar bagis<br />Takao: Cerah dan hangat<br /><br />Hanako: Tidak...<br /><br />Halaman 27<br />Hanako: Akhirnya aku dapat melihatmu sekarang<br />Hanako: Kau tak pintar berbohong, sayang. Hehe...<br /><br />Hanako: Maafkan aku<br />Hanako: Maafkan aku karena membuatmu menunggu begitu lama, dirimu yang tak dapat bertahan sehari pun tanpa aku ada di sana<br /><br />Hanako: Dan begitu aku jatuh cinta padamu,<br />Hanako: Kamu harus melalui begitu banyaknya rasa sakit hanya demi aku<br /><br />Halaman 28<br />Hanako: Berjanjilah...<br />Hanako: Berjanjilah kamu akan hidup dengan bahagia<br />Hanako: Hidup bahagia sampai kamu mati...<br /><br />Takao: Ya...<br />Takao: Aku janji...<br /><br />Hanako: Benar-benar...<br /><br />Hanako: Makao...<br />Takao: Hm?<br />Hanako: Makao-sensei...<br /><br />Hanako: Terima kasih untuk hadiahnya<br /><br />Teks: Ini Natal...<br /><br />Halaman 29<br />Teks: Makao-sensei...<br /><br />Halaman 30<br />Hanako: Aku-<br />Hanako: -bahagia<br />Hanako: Dan aku mencintaimu...<br /><br />Halaman 31<br />Ayah: Aku juga mencintaimu<br />Ayah: Hanako...<br /><br />Halaman 32<br />Takao: Ayah...<br /><br />Yamaguchi: Takao-san<br /><br />Takao: Baiklah... Mari tinggalkan mereka berdua sebentar<br /><br />SFX: Blam<br /><br />Halaman 33<br />SFX: Bi-bip<br />SFX: Bi-bi-bip<br /><br />SFX: Weeerr-<br /><br />Ayah:  Aku menunggu...<br />Ayah: Demi Hanako...<br /><br />Halaman 34<br />Ayah: Dan itu sangat sulit, sangat menyakitkan<br />Ayah: Terkadang aku membencinya<br />Ayah: Untuk itu, aku minta maaf<br /><br />Ayah: Tapi...<br />Ayah: Aku menunggu selama 40 tahun selama ia tertidur<br /><br />Ayah: Aku lelah menunggu hari dimana ia akan terbagun<br />Ayah: Hari dimana aku dapat melihat matanya<br />Ayah: Hari dimana aku apat mendengar suaranya<br />Ayah: Aku menunggu akan hari dimana aku dapat menceritakannya bagiamana kehidupanku sampai sekarang<br /><br />Halaman 35<br />Ayah: Satu kata-<br />Ayah: Kalau saja aku dapat mengatakan satu kata padanya!<br />Ayah: Aku menunggu 40 tahun untuk itu...<br /><br />Halaman 36<br />Ayah: Hiks...<br /><br />SFX: Srek<br /><br />Ayah: Tapi...<br />Ayah: Demi... Demi membiarkan Hanako tidur dengan damai, aku...<br />Ayah: Aku memutuskan akan lebih baik untuknya kalau dia tak melihatku<br /><br />Halaman 37-38<br />Ayah: Itulah hadiah terakhir yang dapat kuberikan padanya<br /><br />Halaman 39<br />SFX: ♪ Jingle Bells ♪♪<br />SFX: Jingle Bells ♫<br /><br />Teks: Terima kasih untuk hadiahnya<br /><br />Teks: Terima kasih... Untuk hadiahnya...<br /><br />Teks: Aku benar-benar dapat...<br /><br />Halaman 39<br />Teks: Aku benar-benar dapat melihatmu,<br />Teks: Sayang...<br /><br />Takao: Ibu...<br />Takao: Itu adalah hadiah terakhir yang kau berikan untuk ayah dan aku...<br />Takao: Terima kasih, terima kasih untuk hadiah natalnya<br />Teks: Merry Christmas (Selamat natal)<br /><br />Halaman 40<br />Kotak: PRESENT/Selesai. Kami menunggu pendapat dan opini kalian tentang karya ini, dan surat fan kalian untuk Boichi!<br /><br />Preset One Shot, selesai...</summary>
	</entry>
	</feed>