Welcome to MangaHelpers! Check out the forums for the latest discussions.
Announcements
Silver Spoon 17
Musim Panas 7
-> RTS Page for Silver Spoon 17
ENG Translator : MusouMitai
Silver Spoon
Chapter 17 / Musim Panas 7
http://manga.redhawkscans.com/reader/read/silver_spoon/en/0/17/
Hal.2
Peternakan yang populer
Coretan Masa Muda
Serialisasi berlanjut!!!!!!
Hachiken : Maaf sudah menunggu!
Hei, Hachiken di sini!
Ceritanya sampai sekarang
Liburan musim panas dimulai dan Hachiken tidak mau kembali ke rumahnya. Itulah saat di mana dia mendapat undangan tak terduga dari Aki.
Mikage : Yah, kalau kamu nggak mau ke mana-mana, kenapa tidak tinggal di rumahku saja?
Tapi, tentunya itu adalah undangan untuk bekerja, bukan yang lain... ♥
Hachiken : Serius!? Akan kulakukan!
Hachiken : Dan nantinya aku akan mengungkap kalau kakek dan nenekmu akan ada di sana atau apapun itu, benar 'kan!?
Mikage : [Mengungkap?]
Mikage : Ya, mereka akan ada di sana.
Hachiken : Gunungnya besar sekali!
Hachiken menerima tawaran Aki untuk bekerja, tapi dia lalu tersesat di hutan.
Dia ditemukan oleh teman sekelasnya, Komaba.
Hachiken : Kenapa ada orang yang mau membuat peternakan di tempat yang berbahaya!?
Komaba : Kenapa?
Dan kejadian berakhir dengan anehnya, menyembelih rusa di rumah Komaba.
Kakek Mikage : Apa kamu mau coba...
Kakek Mikage : Menyembelih rusa ini?
Setelah itu, Hachiken mulai bekerja lebih giat.
Orang : Oh.
Orang : Hachiken bekerja dengan keras.
Saat dia mendapat waktu istirahat, dia mengunjungi tempat Tamako, Giga Farm.
Hachiken : Apa-apaan ini?!
Hachiken : Wow!
Tamako : Namanya Rotary Parlor. Peralatan khusus untuk pemerahan susu secara berputar.
Mikage : Menakjubkan!
Hachiken : Mirip seperti meja berputar di restoran China.
Hachiken : [Wow]
Mikage : Ini komidi putar bagi para sapi!
Tamako : Ini membuat para pekerja melakukan bagiannya tanpa memerlukan mereka untuk bergerak banyak. // Pemasangan sistem garis meningkatkan efisiensi dan membuat kami memerah susu dengan cepat!
Tamako : [Fu fu fu]
Pastikan untuk memeriksa seluruh ceritanya sebelum ini juga!
Volume satu sudah dijual!
Dan sekarang, ceritanya berlanjut!!
Hal.3
[Oh... Uh... Teman baru?]
[Big Hit! Pencetakan ulang darurat! Pastikan untuk membaca volume satu!]
Chapter 17 / Musim Panas 7
Arakawa Hiromu
Hal.4
Ayah Tamako : Gadis itu selalu berbicara untuk jadi manajer dan mewarisi peternakan. Kurasa dia mencoba untuk memaksa dirinya sendiri untuk tumbuh terlalu cepat.
[Sepertinya ada hal yang perlu dikhawatirkan, bahkan di Giga Farm milik keluarga Inada.]
Ayah Tamako : Aku senang dia mau meneruskan jejak kita, tapi tetap saja...
Ibu Tamako : Aku akan merasa sedih kalau satu-satunya alasan dia memilih untuk mewarisi peternakan karena dia adalah anak kita, dia merasa itu adalah hal yang wajib dilakukan.
Hachiken : Wajib...?
Hal.5
Sebelumnya
Liburan musim panas telah dimulai dan Hachiken memutuskan untuk bekerja paruh waktu di peternakan Aki. Saat dia mendapatkan waktu istriahat, dia pergi mengunjungi Tamako, di Giga Farm. Hachiken sangat terkejut melihat luasnya, tapi tampaknya ada hal yang perlu dikhawatirkan, bahkan di tempat seperti ini...
Tamako : Aku bawa beberapa teh!
Tamako : [Walau cuma dari mesin jual otomatis.]
Mikage : Makasih, Tama-chan.
Hachiken : .........
Tamako : Apa? // Apa yang kalian bicarakan?
Ayah Tamako : Ibumu dan aku hanya mau bilang kalau kami harap kamu tidak memaksakan dirimu dalam mengambil keputusan hanya karena kamu khawatir kalau kami menginginkanmu untuk mewarisi peternakan ini.
Ibu Tamako : Ya, kamu nggak perlu membuat pilihan secepat ini.
Tamako : "Mewarisi peternakan"?
Tamako : Ibu, Ayah. // Tampaknya kalian salah pahan tentang tujuanku, jadi kukatakan saja supaya jelas.
Hal.6
[Yang paling kusuka adalah uang!!!]
Tamako : Dengan rasional, cepat-cepat, kreatif!
Tamako : Mendapatkan keuntungan besar-besaran memberikanku kesenangan yang tidak terlukiskan!
Hal.7
Tamako : Sekarang adalah waktunya untuk memerangi peternakan!
Tamako : Dan caramu mengelola tempat ini tidak akan bisa bersaing dengan peternakan-peternakan di dunia!
Tamako : Alasanku bekerja di sini supaya aku punya kekuatan untuk mengubahnya! // Setelah aku masuk ke perusahaan, kaulah sasaran pertamaku!
Ayah Tamako : Apa?! Deklarasi pemberontakkan!?
Ibu Tamako : Ini bukan rencananya untuk mewarisi peternakan! Dia berencana untuk mengambilnya! Tamako, sejak kapan kamu jadi anak yang menyeramkan!?
Ayah Tamako : Kita harus menghancurkannya selagi kita bisa!
Tamako : Coba saja! Hohohohohoho!!
Ibu Mikage : Dia berpikir sangat maju...
Hachiken : Gadis itu gila...
Hachiken : Seperti Humpty Dumpty yang tidak bisa rusak...
Mikage : Pasti sangat menenangkan bagi orang tua kalau mereka punya penerus seperti itu...
Hachiken : Mana mungkin. Itu akan membuat mereka khawatir setiap malam.
Hal.8
Hachiken : Hei...
Hachiken : Mikage... // Apa pembicaraan warisan ini mengganggumu?
Hachiken : Ah... maksudku...
Hachiken : Hanya saja...
Hachiken : Kalau kamu ingin teman bicara, kamu bisa mengandalkanku.
Hal.9
Hachiken : Umm...
Hachiken : [Hah?]
Hachiken : Dasar goblok!!!
Hachiken : Gimana cara si pecundang yang lari dari sekolah persiapan kuliah dan benar-benar nggak tahu apa yang mau dia lakukan dengan hidupnya ini untuk memberikan saran pada masa depan orang lain!? // Apa yang kulakukan sih!?
Hachiken : Bodoh...
Hachiken : [Bodoh x5]
Hachiken : Dasar bodoh... // Memalukan sekali...
Hal.10
Mikage : Makasih.
Mikage : Itu...
Mikage : Adalah perasaan yang bisa kuandalkan.
Hachiken : Mikage...
Hachiken : [Waahhh...]
Mikage : Kenapa kamu nangis?
Mikage : Hachiken... // Kamu mengingkatkanku pada seekor kuda.
Hachiken : Kuda?
Mikage : Wow, lihat itu! // Bunker Silonya besar-besar!
Hal.11
Ibu Mikage : Hei, kalian berdua! Mau pulang sekarang?
Tamako : Ada apa?
Hachiken : Mikage baru saja bilang padaku kalau aku mengingatkannya pada seekor kuda. // Apa maksudnya?
Ibu Mikage : Kuda?
Tamako : Pengecut?
Ibu Mikage : Cocok untuk jadi tenaga kerja?
Ayah Tamako : Mungkin dia lapar dan ingin makan daging kuda?
Ibu Tamako : Ya ampun! ♥
Hachiken : Kuda = Jelek
Hachiken : Aku jelek!? // Apa dia mau bilang kalau aku jelek!?
SFX : Ring x5
Ayah Tamako : Ya? // Baiklah.
Ayah Tamako : Aku akan segera ke sana.
Hal.12
Ayah Tamako : Maaf. Tampaknya ada satu sapi yang mau melahirkan.
Ibu Mikage : Benarkah? Hachiken, kamu harus melihatnya.
Hachiken : Sapi melahirkan?
Tamako : Kamu pernah lihat?
Hachiken : Belum pernah.
Hachiken : Sebenarnya, aku belum pernah melihat binatang apapun melahirkan!
Ibu Mikage : Kamu harus melihatnya! Ini pengalaman yang sangat menyentuh!
Ayah Tamako : Baguslah kalau itu menginspirasinya, tapi...
Tamako : !
Hachiken : ?
Ayah Tamako : Dengan sapi sebanyak ini, kami biasanya punya dua atau tiga bayi sapi yang lahir setiap harinya.
Ayah Tamako : Itu juga berarti kami sering punya masalah.
Hal.13
Pria : Dia sudah mulai bersalin, tapi bayinya masih belum keluar. Saat aku mengeceknya, ini yang kutemukan.
Ayah Tamako : Begitu ya.
Pria : Sekarang, hanya sebagian kakinya yang muncul.
Ayah Tamako : Oh, kaki yang bagus. // Tampaknya lumayan besar.
Ayah Tamako : Ini kehamilan sungsang.
Ayah Tamako : Ini akan jadi sedikit rumit.
Hal.14
Ayah Tamako : Biasanya, bayi sapi lahir dengan kepala keluar duluan, tapi saat mereka berbalik dan kakinya keluar duluan, itu disebut kehamilan sungsang.
Bayi sapi : Ya!
Bayi sapi : Tidak!
Ayah Tamako : Karena tali pusat sudah sobek sebelum kepalanya keluar, ada kemungkinan lebih besar kalau bayi sapinya akan tercekik.
Ayah Tamako : Itu artinya kita harus menentukan waktunya sesuai dengan kontraksi ibunya dan menariknya.
Ayah Tamako : Kita berlomba dengan waktu.
Ayah Tamako : Ini lumayan besar. Kalau terjebak di bahunya, habis sudah.
Ayah Tamako : Mari kita lakukan!
Hachiken : ........
Hachiken : Eh?
Hachiken : Apa?
Hachiken : EH?
Hachiken : Apa yang terjadi?
Hachiken : Kenapa mereka membuatku membantu di sini?
Hal.15
Sapi : Mooooo!!!
Ayah Tamako : Sekarang!!
Pria : Tarik!!
Ayah Tamako : Lagi!
Pria : Tarik!!
Pria : Tarik!
Sapi : Mooooooo
Hal.16
Pria : Tarik!!
Sapi : Moooo
Sapi : Mooooooooooooo
Sapi : Moo // Moooo
Pria : Tarik!
Sapi : Mooo
Pria : Tarik!!
Ayah Tamako : Baiklah, ini yang terakhir!
Sapi : Oooooo...
Hal.17
Pria : Tarik!!
Sapi : Mooooooo
Sapi : Mooooooo
Ayah Tamako : Keluar!
Ayah Tamako : Gawat...
Ayah Tamako : Dia tidak bernafas.
Hal.18
Pria : Angkat!
Ayah Tamako : Jangan mati!
Ayah Tamako : Satu! Dua! Tiga! Empat!
SFX : Hup Hup
Ayah Tamako : Nafas buatan!?
SFX : Uhuk
Hal.19
SFX : Haa
SFX : Hachooo!
Pria : [Sukses!!!]
Ayah Tamako : Kamu bisa sendiri 'kan mulai dari sini?
Pria : Ya, Pak!
Pria : Cukup besar.
Pria : Jantan pula.
Mikage : Terima kasih Tuhan!
SFX : Plok x3
Ibu Mikage : Bagaimana, Hachiken? // Bukankah melihat kehidupan yang baru datang ke dunia itu sangat indah?
Hal.20
Hachiken : Menjijikkan!
Ibu Mikage : Biasanya orang akan bilang "Tadi itu sangat menyentuh!" di saat seperti ini.
Hachiken : Mana mungkin! Itu sangat menjijikkan! Menyeramkan!
Mikage : Jadi kamu bisa menyembilh rusa, tapi tidak tahan dengan ini...?
Hachiken : Bukan salahku, tahu! Aku nggak tahu gimana ngejelasinnya, tapi dibandingkan dengan menyembelih, melihat kelahiran ini terlalu menyeramkan buatku!
Tamako : Kehidupan yang baru datang ke dunia! Pasti ada yang salah dengan otakmu kalau kamu tidak tersentuh sedikitpun!
Hachiken : Kamu kan peternak sapi yang sombong! Jangan memaksakan pandanganmu itu padaku! Kalau aku nggak bisa mengatasinya, ya aku nggak bisa! Tinggalkan aku sendiri!
Ayah Tamako : Wah, Hachiken kelihatan gemetaran, bukankah begitu?
Ibu Tamako : Ya, dia benar-benar butuh untuk membiasakan diri.
[Hachiken membicarakan isi pikirannya... Itu sangat menakjubkan...]
Silver Spoon
Chapter 17 / Musim Panas 7
http://manga.redhawkscans.com/reader/read/silver_spoon/en/0/17/
Reserved for Shinigami-Forever
Hal.2
Peternakan yang populer
Coretan Masa Muda
Serialisasi berlanjut!!!!!!
Hachiken : Maaf sudah menunggu!
Hei, Hachiken di sini!
Ceritanya sampai sekarang
Liburan musim panas dimulai dan Hachiken tidak mau kembali ke rumahnya. Itulah saat di mana dia mendapat undangan tak terduga dari Aki.
Mikage : Yah, kalau kamu nggak mau ke mana-mana, kenapa tidak tinggal di rumahku saja?
Tapi, tentunya itu adalah undangan untuk bekerja, bukan yang lain... ♥
Hachiken : Serius!? Akan kulakukan!
Hachiken : Dan nantinya aku akan mengungkap kalau kakek dan nenekmu akan ada di sana atau apapun itu, benar 'kan!?
Mikage : [Mengungkap?]
Mikage : Ya, mereka akan ada di sana.
Hachiken : Gunungnya besar sekali!
Hachiken menerima tawaran Aki untuk bekerja, tapi dia lalu tersesat di hutan.
Dia ditemukan oleh teman sekelasnya, Komaba.
Hachiken : Kenapa ada orang yang mau membuat peternakan di tempat yang berbahaya!?
Komaba : Kenapa?
Dan kejadian berakhir dengan anehnya, menyembelih rusa di rumah Komaba.
Kakek Mikage : Apa kamu mau coba...
Kakek Mikage : Menyembelih rusa ini?
Setelah itu, Hachiken mulai bekerja lebih giat.
Orang : Oh.
Orang : Hachiken bekerja dengan keras.
Saat dia mendapat waktu istirahat, dia mengunjungi tempat Tamako, Giga Farm.
Hachiken : Apa-apaan ini?!
Hachiken : Wow!
Tamako : Namanya Rotary Parlor. Peralatan khusus untuk pemerahan susu secara berputar.
Mikage : Menakjubkan!
Hachiken : Mirip seperti meja berputar di restoran China.
Hachiken : [Wow]
Mikage : Ini komidi putar bagi para sapi!
Tamako : Ini membuat para pekerja melakukan bagiannya tanpa memerlukan mereka untuk bergerak banyak. // Pemasangan sistem garis meningkatkan efisiensi dan membuat kami memerah susu dengan cepat!
Tamako : [Fu fu fu]
Pastikan untuk memeriksa seluruh ceritanya sebelum ini juga!
Volume satu sudah dijual!
Dan sekarang, ceritanya berlanjut!!
Hal.3
[Oh... Uh... Teman baru?]
[Big Hit! Pencetakan ulang darurat! Pastikan untuk membaca volume satu!]
Chapter 17 / Musim Panas 7
Arakawa Hiromu
Hal.4
Ayah Tamako : Gadis itu selalu berbicara untuk jadi manajer dan mewarisi peternakan. Kurasa dia mencoba untuk memaksa dirinya sendiri untuk tumbuh terlalu cepat.
[Sepertinya ada hal yang perlu dikhawatirkan, bahkan di Giga Farm milik keluarga Inada.]
Ayah Tamako : Aku senang dia mau meneruskan jejak kita, tapi tetap saja...
Ibu Tamako : Aku akan merasa sedih kalau satu-satunya alasan dia memilih untuk mewarisi peternakan karena dia adalah anak kita, dia merasa itu adalah hal yang wajib dilakukan.
Hachiken : Wajib...?
Hal.5
Sebelumnya
Liburan musim panas telah dimulai dan Hachiken memutuskan untuk bekerja paruh waktu di peternakan Aki. Saat dia mendapatkan waktu istriahat, dia pergi mengunjungi Tamako, di Giga Farm. Hachiken sangat terkejut melihat luasnya, tapi tampaknya ada hal yang perlu dikhawatirkan, bahkan di tempat seperti ini...
Tamako : Aku bawa beberapa teh!
Tamako : [Walau cuma dari mesin jual otomatis.]
Mikage : Makasih, Tama-chan.
Hachiken : .........
Tamako : Apa? // Apa yang kalian bicarakan?
Ayah Tamako : Ibumu dan aku hanya mau bilang kalau kami harap kamu tidak memaksakan dirimu dalam mengambil keputusan hanya karena kamu khawatir kalau kami menginginkanmu untuk mewarisi peternakan ini.
Ibu Tamako : Ya, kamu nggak perlu membuat pilihan secepat ini.
Tamako : "Mewarisi peternakan"?
Tamako : Ibu, Ayah. // Tampaknya kalian salah pahan tentang tujuanku, jadi kukatakan saja supaya jelas.
Hal.6
[Yang paling kusuka adalah uang!!!]
Tamako : Dengan rasional, cepat-cepat, kreatif!
Tamako : Mendapatkan keuntungan besar-besaran memberikanku kesenangan yang tidak terlukiskan!
Hal.7
Tamako : Sekarang adalah waktunya untuk memerangi peternakan!
Tamako : Dan caramu mengelola tempat ini tidak akan bisa bersaing dengan peternakan-peternakan di dunia!
Tamako : Alasanku bekerja di sini supaya aku punya kekuatan untuk mengubahnya! // Setelah aku masuk ke perusahaan, kaulah sasaran pertamaku!
Ayah Tamako : Apa?! Deklarasi pemberontakkan!?
Ibu Tamako : Ini bukan rencananya untuk mewarisi peternakan! Dia berencana untuk mengambilnya! Tamako, sejak kapan kamu jadi anak yang menyeramkan!?
Ayah Tamako : Kita harus menghancurkannya selagi kita bisa!
Tamako : Coba saja! Hohohohohoho!!
Ibu Mikage : Dia berpikir sangat maju...
Hachiken : Gadis itu gila...
Hachiken : Seperti Humpty Dumpty yang tidak bisa rusak...
Mikage : Pasti sangat menenangkan bagi orang tua kalau mereka punya penerus seperti itu...
Hachiken : Mana mungkin. Itu akan membuat mereka khawatir setiap malam.
Hal.8
Hachiken : Hei...
Hachiken : Mikage... // Apa pembicaraan warisan ini mengganggumu?
Hachiken : Ah... maksudku...
Hachiken : Hanya saja...
Hachiken : Kalau kamu ingin teman bicara, kamu bisa mengandalkanku.
Hal.9
Hachiken : Umm...
Hachiken : [Hah?]
Hachiken : Dasar goblok!!!
Hachiken : Gimana cara si pecundang yang lari dari sekolah persiapan kuliah dan benar-benar nggak tahu apa yang mau dia lakukan dengan hidupnya ini untuk memberikan saran pada masa depan orang lain!? // Apa yang kulakukan sih!?
Hachiken : Bodoh...
Hachiken : [Bodoh x5]
Hachiken : Dasar bodoh... // Memalukan sekali...
Hal.10
Mikage : Makasih.
Mikage : Itu...
Mikage : Adalah perasaan yang bisa kuandalkan.
Hachiken : Mikage...
Hachiken : [Waahhh...]
Mikage : Kenapa kamu nangis?
Mikage : Hachiken... // Kamu mengingkatkanku pada seekor kuda.
Hachiken : Kuda?
Mikage : Wow, lihat itu! // Bunker Silonya besar-besar!
Hal.11
Ibu Mikage : Hei, kalian berdua! Mau pulang sekarang?
Tamako : Ada apa?
Hachiken : Mikage baru saja bilang padaku kalau aku mengingatkannya pada seekor kuda. // Apa maksudnya?
Ibu Mikage : Kuda?
Tamako : Pengecut?
Ibu Mikage : Cocok untuk jadi tenaga kerja?
Ayah Tamako : Mungkin dia lapar dan ingin makan daging kuda?
Ibu Tamako : Ya ampun! ♥
Hachiken : Kuda = Jelek
Hachiken : Aku jelek!? // Apa dia mau bilang kalau aku jelek!?
SFX : Ring x5
Ayah Tamako : Ya? // Baiklah.
Ayah Tamako : Aku akan segera ke sana.
Hal.12
Ayah Tamako : Maaf. Tampaknya ada satu sapi yang mau melahirkan.
Ibu Mikage : Benarkah? Hachiken, kamu harus melihatnya.
Hachiken : Sapi melahirkan?
Tamako : Kamu pernah lihat?
Hachiken : Belum pernah.
Hachiken : Sebenarnya, aku belum pernah melihat binatang apapun melahirkan!
Ibu Mikage : Kamu harus melihatnya! Ini pengalaman yang sangat menyentuh!
Ayah Tamako : Baguslah kalau itu menginspirasinya, tapi...
Tamako : !
Hachiken : ?
Ayah Tamako : Dengan sapi sebanyak ini, kami biasanya punya dua atau tiga bayi sapi yang lahir setiap harinya.
Ayah Tamako : Itu juga berarti kami sering punya masalah.
Hal.13
Pria : Dia sudah mulai bersalin, tapi bayinya masih belum keluar. Saat aku mengeceknya, ini yang kutemukan.
Ayah Tamako : Begitu ya.
Pria : Sekarang, hanya sebagian kakinya yang muncul.
Ayah Tamako : Oh, kaki yang bagus. // Tampaknya lumayan besar.
Ayah Tamako : Ini kehamilan sungsang.
Ayah Tamako : Ini akan jadi sedikit rumit.
Hal.14
Ayah Tamako : Biasanya, bayi sapi lahir dengan kepala keluar duluan, tapi saat mereka berbalik dan kakinya keluar duluan, itu disebut kehamilan sungsang.
Bayi sapi : Ya!
Bayi sapi : Tidak!
Ayah Tamako : Karena tali pusat sudah sobek sebelum kepalanya keluar, ada kemungkinan lebih besar kalau bayi sapinya akan tercekik.
Ayah Tamako : Itu artinya kita harus menentukan waktunya sesuai dengan kontraksi ibunya dan menariknya.
Ayah Tamako : Kita berlomba dengan waktu.
Ayah Tamako : Ini lumayan besar. Kalau terjebak di bahunya, habis sudah.
Ayah Tamako : Mari kita lakukan!
Hachiken : ........
Hachiken : Eh?
Hachiken : Apa?
Hachiken : EH?
Hachiken : Apa yang terjadi?
Hachiken : Kenapa mereka membuatku membantu di sini?
Hal.15
Sapi : Mooooo!!!
Ayah Tamako : Sekarang!!
Pria : Tarik!!
Ayah Tamako : Lagi!
Pria : Tarik!!
Pria : Tarik!
Sapi : Mooooooo
Hal.16
Pria : Tarik!!
Sapi : Moooo
Sapi : Mooooooooooooo
Sapi : Moo // Moooo
Pria : Tarik!
Sapi : Mooo
Pria : Tarik!!
Ayah Tamako : Baiklah, ini yang terakhir!
Sapi : Oooooo...
Hal.17
Pria : Tarik!!
Sapi : Mooooooo
Sapi : Mooooooo
Ayah Tamako : Keluar!
Ayah Tamako : Gawat...
Ayah Tamako : Dia tidak bernafas.
Hal.18
Pria : Angkat!
Ayah Tamako : Jangan mati!
Ayah Tamako : Satu! Dua! Tiga! Empat!
SFX : Hup Hup
Ayah Tamako : Nafas buatan!?
SFX : Uhuk
Hal.19
SFX : Haa
SFX : Hachooo!
Pria : [Sukses!!!]
Ayah Tamako : Kamu bisa sendiri 'kan mulai dari sini?
Pria : Ya, Pak!
Pria : Cukup besar.
Pria : Jantan pula.
Mikage : Terima kasih Tuhan!
SFX : Plok x3
Ibu Mikage : Bagaimana, Hachiken? // Bukankah melihat kehidupan yang baru datang ke dunia itu sangat indah?
Hal.20
Hachiken : Menjijikkan!
Ibu Mikage : Biasanya orang akan bilang "Tadi itu sangat menyentuh!" di saat seperti ini.
Hachiken : Mana mungkin! Itu sangat menjijikkan! Menyeramkan!
Mikage : Jadi kamu bisa menyembilh rusa, tapi tidak tahan dengan ini...?
Hachiken : Bukan salahku, tahu! Aku nggak tahu gimana ngejelasinnya, tapi dibandingkan dengan menyembelih, melihat kelahiran ini terlalu menyeramkan buatku!
Tamako : Kehidupan yang baru datang ke dunia! Pasti ada yang salah dengan otakmu kalau kamu tidak tersentuh sedikitpun!
Hachiken : Kamu kan peternak sapi yang sombong! Jangan memaksakan pandanganmu itu padaku! Kalau aku nggak bisa mengatasinya, ya aku nggak bisa! Tinggalkan aku sendiri!
Ayah Tamako : Wah, Hachiken kelihatan gemetaran, bukankah begitu?
Ibu Tamako : Ya, dia benar-benar butuh untuk membiasakan diri.
[Hachiken membicarakan isi pikirannya... Itu sangat menakjubkan...]
Have you shown your appreciation today? Click the thanks button or write your appreciation below!




Login or register to comment
Benefits of Registration:
* Interact with hundreds of thousands of other Manga Fans and artists.
* Upload your own Artwork, Scanlations, Raws and Translations.
* Enter our unique contests in order to win prizes!
* Gain reputation and become famous as a translator/scanlator/cleaner!