Welcome to MangaHelpers! Check out the forums for the latest discussions.
Announcements
Silver Spoon 21
Musim Panas 11
-> RTS Page for Silver Spoon 21
ENG Translator : MusouMitai
Silver Spoon
Chapter 21 / Musim Panas 11
http://www.batoto.net/read/_/52611/gin-no-saji_ch21_by_red-hawk-scans
Hal.2
Anjing: Guk // Guk
Anjing: Guk
Kembar: Halo!
Hachiken: Oh?
Hachiken: Kalian si kembar Komaba 'kan? Apa yang kalian lakukan di sini?
Kembar: Kita beruntung, dia masih di sini.
Hachiken: Kalian ke sini mencariku?
Kembar: Ya!
SFX: *srek srek*
Kembar: Kami mau kakak mencoba jagung kami!
Insert Text: Chapter final dari kerja paruh waktu Hachiken!!
Ibu: Wah, kelihatannya enak sekali!
Ibu: [Halo.]
Kembar: [Selamat siang!]
Kembar: Ini musim pertama! // Kami baru saja selesai memetiknya! // Kami mau semuanya mencoba!
Kembar: [Selamat siang!]
Mikage: [Wow!]
Hal.3
Akhirnya! Volume 2 akan dijual 14 Desember!!
Ibu: Bagus! Kita harus segera mendidihkannya!
Semua: [Satu dua satu dua satu dua satu dua satu dua satu]
Semua: [Mari memasak Mari memasak Mari memasak]
Hokaido adalah koleksi harta karunnya kelezatan ♥
Chapter 21 / Musim Panas 11
Ibu: Dan ini dia!
Hachiken: Panas!
Hachiken: Panas! Panas!
Hachiken: [Fuuuh fuuuh]
Hachiken: Panas! Panas!
Hal.4
Hachiken: Apa ini!? // Manis banget! Apa ini ditambah dengan gula atau sesuatu!?
Mikage: Nggak. Aku cuma menambahkan sedikit garam.
Kembar: Apa jagungnya enak? Apa jagungnya enak?
Hachiken: Enak sekali!
Kembar: [Yay! Yay! Kami senang!]
SFX: *Nyam* x5
Hachiken: ?
Kembar: Aku yang menanamkan bibitnya!
Kembar: Aku yang menyianginya!
Kembar: Dan kami berdua membuat orangan sawah untuk menjaganya dari rubah!
SFX: *Nyam* x5
Hachiken: Kalian susah-susah kemari untuk memberikan petikan pertama untukku?
Kembar: Yep! Karena kakak membantu kami memberi makan sapi!
Hachiken: [Hah...]
Hachiken: Mereka anak-anak yang baik...!
Sebelumnya
Kakak Hachiken muncul di peternakan Mikage. Seharusnya dia kuliah di Universitas Tokyo, tapi dia malah keluar dan sedang di tengah pelatihan untuk menjadi koki ramen. Dalam perjalanannya, dia menerima telpon dari ibunya, memintanya untuk mengunjungi Hachiken dan apa yang sedang Hachiken lakukan. Hubungan Hachiken dengan kakaknya terlihat sedikit rumit. Setelah menyajikan ramen menjijikan pada Hachiken dan keluarga Aki, Kakak Hachiken hilang seperti angin...
Hal.5
Ayah: Oh!? Jagung!?
Ayah: Tunggu sebentar!
Semua: [Satu dua satu dua satu dua satu dua satu dua]
Semua: [Satu dua satu dua satu dua satu dua satu dua]
Ayah: Kalau kamu mau memasak jagung, kamu harus memanggangnya!
Hachiken: [Enak banget!]
Hachiken: [Wahh!]
Kakek: Ya 'kan?
Hal.6
Ayah: Kita juga harus memanggang beberapa terong!
Ibu: Ah! Kita butuh kecap!
Kakek: Ambil miso juga!
Nenek: [Baik!]
SFX: *nyam* x3
Hachiken: Ini benar-benar aneh. // Setelah mereka mendapat sesuatu yang enak, mereka berhenti melakukan pekerjaannya dan membuat pesta kecil!
Hachiken: Dan mereka selalu terlihat gembira saat mereka mendapatkan seseorang untuk mencoba makanan mereka...
Mikage: [Mau coba lagi?]
Kembar: [Apa itu enak? Apa itu enak?]
Ibu: [Mau lagi nggak?]
Kakek: [Masih muat nggak?]
Hachiken: Tapi benar deh, ini snagat enak. // Apa ini jenis khusus?
Mikage: Nggak, itu jenis yang sama yang bisa kamu dapatkan dimana-mana.
Mikage: Kalau kamu nggak langsung memasaknya setelah memetiknya, rasanya berubah. // Dari saat kamu memetiknya, rasa manisnya akan mulai hilang.
Hachiken: Setelah kamu bilang begitu, Nishikawa waktu itu mengatakan sesuatu tentang sayuran segar di pesta pizza.
Mikage: Hampir semuanya akan terasa lebih enak kalau mereka baru dipetik. // Itu adalah hak khusus bagi mereka yang bekerja keras demi menumbuhkannya.
Ibu: Walau ada yang berbeda. Pati dari kentang dan labu akan jadi manis, jadi mereka akan menjadi manis kalau dibiarkan.
Hal.7
Hachiken: Kalau baru dipetik, rasanya paling enak, ya...?
Hachiken: Apa susu juga lebih segar kalau langsung dari sapinya juga?
Kakek: Ya iyalah! // Biasanya kamu mendidihkannya untuk membunuh semua bakterinya dulu, tapi yang mentah rasanya enak juga!
Hachiken: Mungkin aku bisa menco...
Kakek: Tidak bisa.
Kakek: Ada hukum kebersihan makanan yang dengan tegas menyatakan kalau kamu tidak bisa membeli atau menjual susu mentah yang tidak steril.
Hachiken: Begitu ya...
Hachiken: [Sayang sekali...]
Hal.8
Kakek: Namun, kalau kamu orangnya pilih-pilih, hukumnyna tidak mengatakan porsi dari peternakan yang minum dari peternakannya sendiri, jadi...
Kakek: Kurasa kita bisa mengambil tanggung jawabnya sendiri... // Misalnya saja, kamu membuka Bulk※ saat aku tidak melihat... // Kalau kamu mendadak sakit, aku nggak pernah lihat apa-apa, jadi...
※"Bulk" adalah kependekan dari "Bulk Cooler". Ini adalah tangki penyimpanan susu.
Kakek: Aku nggak pernah lihat apa-apa~!
SFX: *blam*
Kakek: Aku sungguh-sungguh.
Kakek: Kalau kamu menyelinap dan coba sedikit saat aku nggak melihat, aku tidak bertanggung jawab atas konsekuensinya!
Hachiken: Dia terlihat gembira saat mereka memberikan seseorang sesuatu yang enak untuk dimakan!
Hal.9
SFX: *deg* x2
SFX: *klak*
Hachiken: Bertanggung jawab...
SFX: *slurp...*
Kakek: [Anak baik]
Hal.10
Menunduk
SEMBAH
Kakek: Hachiken, kamu memang menarik. Reaksimu selalu berlebihan, nggak peduli apapun yang kami berikan padamu.
Hachiken: Itu karena sangat enak! Melebihi mimpi terliarku!
Hal.11
Kakek: Kalau kamu selalu berlebihan seperti itu, itu berarti kamu bisa membedakan rasa sekecil apapun.
Kakek: Apa indera perasamu setajam itu?
Hachiken: Setelah dipikir-pikir lagi, salah satu kakak kelasku dari jurusan ilmu pangan memang memuji indera perasaku sekali.
Kakek: Kakakmu bilang dia sangat yakin dengan indera perasanya. Mungkin kalian berdua memang memiliki indera perasa yang sensitif.
Hachiken: Kenapa anda menanyakannya? // Apa karena keturunan?
Kakek: Bukan begitu.
Kakek: Itu artinya saat kalian masih kecil, mungkin orang tua kalian memberi makan kalian dengan makanan kualitas tinggi.
Hal.12
Ayah: Hei, pekerja paruh waktu! Kamu sudah siap!? // Aku akan membawa sapi-sapinya ke ruang pemerahan!
Hachiken: ! // A-Aku akan segera ke sana!
Hachiken: Mesin pemerahan... ON.
SFX: *tuk* x3
Kakek: Waktu cepat berlalu ya. // Liburan musim panas berakhir besok 'kan?
Hachiken: Ya, cepat sekali!
Kakek: Hachiken tentunya bekerja keras, ya 'kan!?
SFX: *tuk* x3
Ayah: ...Begitulah.
Hal.13
Kakek: Mungkin kita harus kasih sedikit bonus ke gajimu!
Hachiken: Oh, benar juga! Aku lupa kalau aku akan dibayar!
Hachiken: Uang yang bisa kupakai sesukaku... // Apa yang mau kubeli ya?
Hachiken: Mungkin sedikit ini dan itu!
Hal.14
Mikage: Ayah! Kakek! // Tabungnya kendor! Susunya kemana-mana!
Kakek: Apa?!
Hal.15
Ayah: Ahhh... kacau sekali!
Kakek: Ini bencana!
Ayah: Sayang sekali.
Mikage: Sudah berapa lama ini tidak disambungkan!?
Hachiken: Ah...
Hachiken: Sebelum kita mulai memerah sapi...
Hachiken: Aku... lupa menyambungkan kembali selangnya...
Ayah: Sebelum kita mulai?
Kakek: Artinya kita hilang cukup banyak susu.
Hal.16
Kakek: Mari kita lihat... menurutku, sekitar 500 liter.
Kakek: Nggak ada gunanya menangisi susu yang sudah tumpah. Kembalilah ke pemerahan susu sapi. // Aki, bisakah kamu membersihkannya?
Mikage: Baik.
Ayah: Jangan hanya berdiri saja!
SFX: *pak*
Ayah: Sapinya nggak akan menunggumu untuk sampai ke sana!
Ayah: Ayo! Kalau tidak cepat, sapi yang sedang menunggu bisa terkena Mastitis※! // Kita nggak punya waktu untuk duduk diam merenungi!
Sapi: [Moo // Kenapa lama sekali? // Cepat perah aku! // Ambingku bisa meledak!]
※Mastitis adalah pembengkakan payudara atau ambing yang bisa disebabkan saat bakteri masuk ke puting susu yang terbuka.
Hachiken: ...Baik.
Hal.17
Hachiken: ...Mikage. // Berapa harga susu ini?
Mikage: Berapa? // Maksudmu berapa yang akan kami dapatkan?
Mikage: Yah, untuk sekarang, perusahaan di industri peternakan membayar pengolahannya sekitar 80 yen per liter.
Hachiken: Lima ratus liter, 80 yen per liter, berarti 40,000 yen..
Hachiken: Kekacauanku membuat terbuangnya 40,000 yen...
Hachiken: Tunggu... sebentar.
Hachiken: Kalau kamu mengurangi biaya makan dan semua beban lainnya...
Hal.18
SFX: *tuk*
Hachiken: Sisa keuntungan yang didapatkan peternak hanya sedikit!
Ibu: Hachiken, kamu sudah selesai mandi?
Ibu: Bisa ke sini sebentar?
Ibu: Ini cek gajimu!
Cek Gaji
Hachiken
Ibu: Kamu sudah melakukannya dengan baik!
Ibu: Kamu sangat membantu kami dalam liburan kali ini!
Mikage: Makasih ya.
Hal.19
Top Text: Dia harus menebus kesalahannya... bukan, dia mau menebusnya... untuk bertanggung jawab. Kata-kata itu mulai mempengaruh Hachiken. Dan jadi...
Mikage: Beruntungnya! Hei, bagaimana denganku!?
Ibu: Kamu nggak dibayar! Anak punya tanggung jawab untuk menolong peternakan keluarga!
Mikage: Ibu selalu berkata seperti itu.
Hachiken: Umm... Aku...
Hachiken: Aku nggak bisa menerima ini...
Bottom Text: Berlanjut di Issue 53 pada tanggal 30 November.
Silver Spoon
Chapter 21 / Musim Panas 11
http://www.batoto.net/read/_/52611/gin-no-saji_ch21_by_red-hawk-scans
Reserved for Shinigami-Forever
Hal.2
Anjing: Guk // Guk
Anjing: Guk
Kembar: Halo!
Hachiken: Oh?
Hachiken: Kalian si kembar Komaba 'kan? Apa yang kalian lakukan di sini?
Kembar: Kita beruntung, dia masih di sini.
Hachiken: Kalian ke sini mencariku?
Kembar: Ya!
SFX: *srek srek*
Kembar: Kami mau kakak mencoba jagung kami!
Insert Text: Chapter final dari kerja paruh waktu Hachiken!!
Ibu: Wah, kelihatannya enak sekali!
Ibu: [Halo.]
Kembar: [Selamat siang!]
Kembar: Ini musim pertama! // Kami baru saja selesai memetiknya! // Kami mau semuanya mencoba!
Kembar: [Selamat siang!]
Mikage: [Wow!]
Hal.3
Akhirnya! Volume 2 akan dijual 14 Desember!!
Ibu: Bagus! Kita harus segera mendidihkannya!
Semua: [Satu dua satu dua satu dua satu dua satu dua satu]
Semua: [Mari memasak Mari memasak Mari memasak]
Hokaido adalah koleksi harta karunnya kelezatan ♥
Chapter 21 / Musim Panas 11
Ibu: Dan ini dia!
Hachiken: Panas!
Hachiken: Panas! Panas!
Hachiken: [Fuuuh fuuuh]
Hachiken: Panas! Panas!
Hal.4
Hachiken: Apa ini!? // Manis banget! Apa ini ditambah dengan gula atau sesuatu!?
Mikage: Nggak. Aku cuma menambahkan sedikit garam.
Kembar: Apa jagungnya enak? Apa jagungnya enak?
Hachiken: Enak sekali!
Kembar: [Yay! Yay! Kami senang!]
SFX: *Nyam* x5
Hachiken: ?
Kembar: Aku yang menanamkan bibitnya!
Kembar: Aku yang menyianginya!
Kembar: Dan kami berdua membuat orangan sawah untuk menjaganya dari rubah!
SFX: *Nyam* x5
Hachiken: Kalian susah-susah kemari untuk memberikan petikan pertama untukku?
Kembar: Yep! Karena kakak membantu kami memberi makan sapi!
Hachiken: [Hah...]
Hachiken: Mereka anak-anak yang baik...!
Sebelumnya
Kakak Hachiken muncul di peternakan Mikage. Seharusnya dia kuliah di Universitas Tokyo, tapi dia malah keluar dan sedang di tengah pelatihan untuk menjadi koki ramen. Dalam perjalanannya, dia menerima telpon dari ibunya, memintanya untuk mengunjungi Hachiken dan apa yang sedang Hachiken lakukan. Hubungan Hachiken dengan kakaknya terlihat sedikit rumit. Setelah menyajikan ramen menjijikan pada Hachiken dan keluarga Aki, Kakak Hachiken hilang seperti angin...
Hal.5
Ayah: Oh!? Jagung!?
Ayah: Tunggu sebentar!
Semua: [Satu dua satu dua satu dua satu dua satu dua]
Semua: [Satu dua satu dua satu dua satu dua satu dua]
Ayah: Kalau kamu mau memasak jagung, kamu harus memanggangnya!
Hachiken: [Enak banget!]
Hachiken: [Wahh!]
Kakek: Ya 'kan?
Hal.6
Ayah: Kita juga harus memanggang beberapa terong!
Ibu: Ah! Kita butuh kecap!
Kakek: Ambil miso juga!
Nenek: [Baik!]
SFX: *nyam* x3
Hachiken: Ini benar-benar aneh. // Setelah mereka mendapat sesuatu yang enak, mereka berhenti melakukan pekerjaannya dan membuat pesta kecil!
Hachiken: Dan mereka selalu terlihat gembira saat mereka mendapatkan seseorang untuk mencoba makanan mereka...
Mikage: [Mau coba lagi?]
Kembar: [Apa itu enak? Apa itu enak?]
Ibu: [Mau lagi nggak?]
Kakek: [Masih muat nggak?]
Hachiken: Tapi benar deh, ini snagat enak. // Apa ini jenis khusus?
Mikage: Nggak, itu jenis yang sama yang bisa kamu dapatkan dimana-mana.
Mikage: Kalau kamu nggak langsung memasaknya setelah memetiknya, rasanya berubah. // Dari saat kamu memetiknya, rasa manisnya akan mulai hilang.
Hachiken: Setelah kamu bilang begitu, Nishikawa waktu itu mengatakan sesuatu tentang sayuran segar di pesta pizza.
Mikage: Hampir semuanya akan terasa lebih enak kalau mereka baru dipetik. // Itu adalah hak khusus bagi mereka yang bekerja keras demi menumbuhkannya.
Ibu: Walau ada yang berbeda. Pati dari kentang dan labu akan jadi manis, jadi mereka akan menjadi manis kalau dibiarkan.
Hal.7
Hachiken: Kalau baru dipetik, rasanya paling enak, ya...?
Hachiken: Apa susu juga lebih segar kalau langsung dari sapinya juga?
Kakek: Ya iyalah! // Biasanya kamu mendidihkannya untuk membunuh semua bakterinya dulu, tapi yang mentah rasanya enak juga!
Hachiken: Mungkin aku bisa menco...
Kakek: Tidak bisa.
Kakek: Ada hukum kebersihan makanan yang dengan tegas menyatakan kalau kamu tidak bisa membeli atau menjual susu mentah yang tidak steril.
Hachiken: Begitu ya...
Hachiken: [Sayang sekali...]
Hal.8
Kakek: Namun, kalau kamu orangnya pilih-pilih, hukumnyna tidak mengatakan porsi dari peternakan yang minum dari peternakannya sendiri, jadi...
Kakek: Kurasa kita bisa mengambil tanggung jawabnya sendiri... // Misalnya saja, kamu membuka Bulk※ saat aku tidak melihat... // Kalau kamu mendadak sakit, aku nggak pernah lihat apa-apa, jadi...
※"Bulk" adalah kependekan dari "Bulk Cooler". Ini adalah tangki penyimpanan susu.
Kakek: Aku nggak pernah lihat apa-apa~!
SFX: *blam*
Kakek: Aku sungguh-sungguh.
Kakek: Kalau kamu menyelinap dan coba sedikit saat aku nggak melihat, aku tidak bertanggung jawab atas konsekuensinya!
Hachiken: Dia terlihat gembira saat mereka memberikan seseorang sesuatu yang enak untuk dimakan!
Hal.9
SFX: *deg* x2
SFX: *klak*
Hachiken: Bertanggung jawab...
SFX: *slurp...*
Kakek: [Anak baik]
Hal.10
Menunduk
SEMBAH
Kakek: Hachiken, kamu memang menarik. Reaksimu selalu berlebihan, nggak peduli apapun yang kami berikan padamu.
Hachiken: Itu karena sangat enak! Melebihi mimpi terliarku!
Hal.11
Kakek: Kalau kamu selalu berlebihan seperti itu, itu berarti kamu bisa membedakan rasa sekecil apapun.
Kakek: Apa indera perasamu setajam itu?
Hachiken: Setelah dipikir-pikir lagi, salah satu kakak kelasku dari jurusan ilmu pangan memang memuji indera perasaku sekali.
Kakek: Kakakmu bilang dia sangat yakin dengan indera perasanya. Mungkin kalian berdua memang memiliki indera perasa yang sensitif.
Hachiken: Kenapa anda menanyakannya? // Apa karena keturunan?
Kakek: Bukan begitu.
Kakek: Itu artinya saat kalian masih kecil, mungkin orang tua kalian memberi makan kalian dengan makanan kualitas tinggi.
Hal.12
Ayah: Hei, pekerja paruh waktu! Kamu sudah siap!? // Aku akan membawa sapi-sapinya ke ruang pemerahan!
Hachiken: ! // A-Aku akan segera ke sana!
Hachiken: Mesin pemerahan... ON.
SFX: *tuk* x3
Kakek: Waktu cepat berlalu ya. // Liburan musim panas berakhir besok 'kan?
Hachiken: Ya, cepat sekali!
Kakek: Hachiken tentunya bekerja keras, ya 'kan!?
SFX: *tuk* x3
Ayah: ...Begitulah.
Hal.13
Kakek: Mungkin kita harus kasih sedikit bonus ke gajimu!
Hachiken: Oh, benar juga! Aku lupa kalau aku akan dibayar!
Hachiken: Uang yang bisa kupakai sesukaku... // Apa yang mau kubeli ya?
Hachiken: Mungkin sedikit ini dan itu!
Hal.14
Mikage: Ayah! Kakek! // Tabungnya kendor! Susunya kemana-mana!
Kakek: Apa?!
Hal.15
Ayah: Ahhh... kacau sekali!
Kakek: Ini bencana!
Ayah: Sayang sekali.
Mikage: Sudah berapa lama ini tidak disambungkan!?
Hachiken: Ah...
Hachiken: Sebelum kita mulai memerah sapi...
Hachiken: Aku... lupa menyambungkan kembali selangnya...
Ayah: Sebelum kita mulai?
Kakek: Artinya kita hilang cukup banyak susu.
Hal.16
Kakek: Mari kita lihat... menurutku, sekitar 500 liter.
Kakek: Nggak ada gunanya menangisi susu yang sudah tumpah. Kembalilah ke pemerahan susu sapi. // Aki, bisakah kamu membersihkannya?
Mikage: Baik.
Ayah: Jangan hanya berdiri saja!
SFX: *pak*
Ayah: Sapinya nggak akan menunggumu untuk sampai ke sana!
Ayah: Ayo! Kalau tidak cepat, sapi yang sedang menunggu bisa terkena Mastitis※! // Kita nggak punya waktu untuk duduk diam merenungi!
Sapi: [Moo // Kenapa lama sekali? // Cepat perah aku! // Ambingku bisa meledak!]
※Mastitis adalah pembengkakan payudara atau ambing yang bisa disebabkan saat bakteri masuk ke puting susu yang terbuka.
Hachiken: ...Baik.
Hal.17
Hachiken: ...Mikage. // Berapa harga susu ini?
Mikage: Berapa? // Maksudmu berapa yang akan kami dapatkan?
Mikage: Yah, untuk sekarang, perusahaan di industri peternakan membayar pengolahannya sekitar 80 yen per liter.
Hachiken: Lima ratus liter, 80 yen per liter, berarti 40,000 yen..
Hachiken: Kekacauanku membuat terbuangnya 40,000 yen...
Hachiken: Tunggu... sebentar.
Hachiken: Kalau kamu mengurangi biaya makan dan semua beban lainnya...
Hal.18
SFX: *tuk*
Hachiken: Sisa keuntungan yang didapatkan peternak hanya sedikit!
Ibu: Hachiken, kamu sudah selesai mandi?
Ibu: Bisa ke sini sebentar?
Ibu: Ini cek gajimu!
Cek Gaji
Hachiken
Ibu: Kamu sudah melakukannya dengan baik!
Ibu: Kamu sangat membantu kami dalam liburan kali ini!
Mikage: Makasih ya.
Hal.19
Top Text: Dia harus menebus kesalahannya... bukan, dia mau menebusnya... untuk bertanggung jawab. Kata-kata itu mulai mempengaruh Hachiken. Dan jadi...
Mikage: Beruntungnya! Hei, bagaimana denganku!?
Ibu: Kamu nggak dibayar! Anak punya tanggung jawab untuk menolong peternakan keluarga!
Mikage: Ibu selalu berkata seperti itu.
Hachiken: Umm... Aku...
Hachiken: Aku nggak bisa menerima ini...
Bottom Text: Berlanjut di Issue 53 pada tanggal 30 November.
Have you shown your appreciation today? Click the thanks button or write your appreciation below!




Login or register to comment
Benefits of Registration:
* Interact with hundreds of thousands of other Manga Fans and artists.
* Upload your own Artwork, Scanlations, Raws and Translations.
* Enter our unique contests in order to win prizes!
* Gain reputation and become famous as a translator/scanlator/cleaner!