Welcome to MangaHelpers! Check out the forums for the latest discussions.
Announcements
Bleach 269
Bleach Chapter 269
Based on translation by Nes Mikel. Thank you! :)
--------------------
Hal. 01
Teks: Dengan mempertaruhkan segalanya
Hal. 02
(Rukia dan Arroniro tumbang bersamaan.)
Hal. 03
Arroniro: AAAAARRGGH!!
Arroniro: Sakit! Sakit! Sakit!
Tolong aku! Tolong aku, Aizen-sama! Aizen-sama, Aizen-sama!
Arroniro: Kau mengatakannya padaku! Kau mengatakannya padaku!
Kalau aku ikut denganmu,
kau akan membebaskanku dari segala rasa sakit!
Arroniro: Lalu kenapa?
Kenapa rasanya sakit sekali? Sakit! Sakit sekali!
Arroniro: Aku tidak mau mati! Aku tidak mau! Aku tidak mau! Aku tidak mau! Aku tidak mau! Aku tidak mau! Aku tidak mau! Tidak tidak tidak tidak tidak tidak tidak! Tidak...
Hal. 04
Arroniro: Sial...
(Kepala Arroniro terbelah. Dan... mati.)
Rukia: Ugh...
Kaien: Jangan mati.
Hal. 05
Rukia: Hah... hah...
Kaien: Apapun yang terjadi.
(Rukia berusaha bangkit.)
Kaien: Jangan mati sendirian.
(Rukia teringat pada Chad, Ishida, Byakuya, Renji, Ichigo...)
Hal. 06
(... dan Inoue.)
Rukia: Aku tahu betul apa artinya kesendirian...
Kesendirian karena ditahan...
Dan kebahagiaan saat aku tahu ada yang berusaha menyelamatkanmu.
Dan di atas segalanya, aku tahu kepedihan ketika menyadari teman-temanku akan terluka karenanya.
Tapi jangan khawatir Inoue...
Aku akan datang ke tempatmu sekarang.
Hal. 07
(Rukia kembali tersungkur.)
Teks: Maju, maju... namun satu per satu, mereka berjatuhan...
Bab 269: Akhir Semakin Dekat
Hal. 08
(Di beberapa tempat yang berbeda, para espada yang lain menyadari kematian Arroniro.)
Hal. 09
Arrancar: Itu Arroniro.
Apa yang akan kita lakukan, Halibel-sama?
(Halibel, salah satu espada, hanya berdiri diam.)
----------
Espada: Bocah itu... mati dengan cara menyedihkan... *nomor dan nama belum diketahui, tapi penampilannya kakek-kakek*
----------
(Seorang espada lainnya yang bertubuh besar dan berkulit gelap sedang duduk bersila.)
----------
(Seulur tangan dengan jari telunjuk mengacung bergerak perlahan...)
Hal. 10
(... masuk ke dalam mulut seseorang.)
Lilinet: BOOM!
Stark: GAH! BLARGH! GAAAH!
Stark: Uhuk... uhuk.. uhuk...
Erg...
Lilinet: Bangun juga kau!
Hei! Apa kabar, Stark?
Stark: ... rupanya kau, Lilinet?
Hal. 11
Stark: ... biarkan aku sendiri... (Kembali tidur)
Lilinet: HEI!
Lilinet: Jangan tidur lagi!
Stark: BLARG!
Lilinet: Bangun bangun bangun banguuuun!
Stark: Hentikan, bodoh! Jangan itu- jangan! GAH!
Lilinet: .... Arroniro kalah, kau tahu?
Stark: ... aku tahu
Lilinet: ... dan itu tidak masalah buatmu?
Stark: ... kau ingin aku melakukan apa? Hm?
Hal. 12
Lumina dan Belona: Za.. e... l... apollo-sama!
Zaelapollo-sama!
(Lumina dan Belona, dua kodok seukuran manusia, anak buah Zaelapollo.)
Zaelapollo: Lumina dan Belona,
ada apa?
Lumina dan Belona: Arroniro mati!
Mati! Mati! Mati!
Zaelapollo: ... Oh! Kalian benar!
Laporannya ternyata sudah masuk.
Aku terlalu berkonsentrasi sampai aku tidak sadar.
Sangat menarik.
Hal. 13
(Renji dalam posisi berlutut dengan tubuh bersimbah darah sambil memegang Zabimaru.)
Zaelapollo: Sepertinya mereka saling membunuh pada saat yang bersamaan.
Tidakkah menurutmu itu mengagumkan, Shinigami-kun?
Renji: Kau ini bicara apa?
Zaelapollo: Maksudku, salah seorang espada dan salah seorang rekanmu saling membunuh satu sama lain pada saat yang bersamaan!
Selamat! Kekalahan yang luar biasa!
Renji: ... kita lihat saja nanti.
Zaelapollo: Kau masih tidak mengerti? Sudah kubilang, percuma terus menyimpan harapan palsu itu.
Kami bahkan mendapatkan nama shinigami yang mati itu.
Namanya
--------------------
Hal. 01
Teks: Dengan mempertaruhkan segalanya
Hal. 02
(Rukia dan Arroniro tumbang bersamaan.)
Hal. 03
Arroniro: AAAAARRGGH!!
Arroniro: Sakit! Sakit! Sakit!
Tolong aku! Tolong aku, Aizen-sama! Aizen-sama, Aizen-sama!
Arroniro: Kau mengatakannya padaku! Kau mengatakannya padaku!
Kalau aku ikut denganmu,
kau akan membebaskanku dari segala rasa sakit!
Arroniro: Lalu kenapa?
Kenapa rasanya sakit sekali? Sakit! Sakit sekali!
Arroniro: Aku tidak mau mati! Aku tidak mau! Aku tidak mau! Aku tidak mau! Aku tidak mau! Aku tidak mau! Aku tidak mau! Tidak tidak tidak tidak tidak tidak tidak! Tidak...
Hal. 04
Arroniro: Sial...
(Kepala Arroniro terbelah. Dan... mati.)
Rukia: Ugh...
Kaien: Jangan mati.
Hal. 05
Rukia: Hah... hah...
Kaien: Apapun yang terjadi.
(Rukia berusaha bangkit.)
Kaien: Jangan mati sendirian.
(Rukia teringat pada Chad, Ishida, Byakuya, Renji, Ichigo...)
Hal. 06
(... dan Inoue.)
Rukia: Aku tahu betul apa artinya kesendirian...
Kesendirian karena ditahan...
Dan kebahagiaan saat aku tahu ada yang berusaha menyelamatkanmu.
Dan di atas segalanya, aku tahu kepedihan ketika menyadari teman-temanku akan terluka karenanya.
Tapi jangan khawatir Inoue...
Aku akan datang ke tempatmu sekarang.
Hal. 07
(Rukia kembali tersungkur.)
Teks: Maju, maju... namun satu per satu, mereka berjatuhan...
Bab 269: Akhir Semakin Dekat
Hal. 08
(Di beberapa tempat yang berbeda, para espada yang lain menyadari kematian Arroniro.)
Hal. 09
Arrancar: Itu Arroniro.
Apa yang akan kita lakukan, Halibel-sama?
(Halibel, salah satu espada, hanya berdiri diam.)
----------
Espada: Bocah itu... mati dengan cara menyedihkan... *nomor dan nama belum diketahui, tapi penampilannya kakek-kakek*
----------
(Seorang espada lainnya yang bertubuh besar dan berkulit gelap sedang duduk bersila.)
----------
(Seulur tangan dengan jari telunjuk mengacung bergerak perlahan...)
Hal. 10
(... masuk ke dalam mulut seseorang.)
Lilinet: BOOM!
Stark: GAH! BLARGH! GAAAH!
Stark: Uhuk... uhuk.. uhuk...
Erg...
Lilinet: Bangun juga kau!
Hei! Apa kabar, Stark?
Stark: ... rupanya kau, Lilinet?
Hal. 11
Stark: ... biarkan aku sendiri... (Kembali tidur)
Lilinet: HEI!
Lilinet: Jangan tidur lagi!
Stark: BLARG!
Lilinet: Bangun bangun bangun banguuuun!
Stark: Hentikan, bodoh! Jangan itu- jangan! GAH!
Lilinet: .... Arroniro kalah, kau tahu?
Stark: ... aku tahu
Lilinet: ... dan itu tidak masalah buatmu?
Stark: ... kau ingin aku melakukan apa? Hm?
Hal. 12
Lumina dan Belona: Za.. e... l... apollo-sama!
Zaelapollo-sama!
(Lumina dan Belona, dua kodok seukuran manusia, anak buah Zaelapollo.)
Zaelapollo: Lumina dan Belona,
ada apa?
Lumina dan Belona: Arroniro mati!
Mati! Mati! Mati!
Zaelapollo: ... Oh! Kalian benar!
Laporannya ternyata sudah masuk.
Aku terlalu berkonsentrasi sampai aku tidak sadar.
Sangat menarik.
Hal. 13
(Renji dalam posisi berlutut dengan tubuh bersimbah darah sambil memegang Zabimaru.)
Zaelapollo: Sepertinya mereka saling membunuh pada saat yang bersamaan.
Tidakkah menurutmu itu mengagumkan, Shinigami-kun?
Renji: Kau ini bicara apa?
Zaelapollo: Maksudku, salah seorang espada dan salah seorang rekanmu saling membunuh satu sama lain pada saat yang bersamaan!
Selamat! Kekalahan yang luar biasa!
Renji: ... kita lihat saja nanti.
Zaelapollo: Kau masih tidak mengerti? Sudah kubilang, percuma terus menyimpan harapan palsu itu.
Kami bahkan mendapatkan nama shinigami yang mati itu.
Namanya
Have you shown your appreciation today? Click the thanks button or write your appreciation below!







Login or register to comment
Benefits of Registration:
* Interact with hundreds of thousands of other Manga Fans and artists.
* Upload your own Artwork, Scanlations, Raws and Translations.
* Enter our unique contests in order to win prizes!
* Gain reputation and become famous as a translator/scanlator/cleaner!
[arigatooo....]